STGH HKBP Sipoholon ikuti Konsultasi Nasional Mahasiswa Teologi di Indonesia (KNMTI) 2025
Sipoholon, 5 November 2025 — Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) Huria Kristen Batak Protestan (STGH HKBP) Sipoholon kembali berpartisipasi dalam kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh PERSETIA (Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia). Pada tahun ini, STGH HKBP Sipoholon mengutus seorang mahasiswa untuk mengikuti Konsultasi Nasional Mahasiswa Teologi di Indonesia (KNMTI) yang berlangsung di STT Sriwijaya, Palembang, pada 27–31 Oktober 2025, dengan tema “Pastoral Care and Counseling in the Disruptive Era.”
Kegiatan KNMTI merupakan forum nasional bagi mahasiswa teologi dari sekolah-sekolah anggota dan calon anggota PERSETIA yang bertujuan membangun jejaring, memperdalam refleksi teologis, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya pendampingan dan konseling pastoral di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat di era disrupsi.
Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti berbagai sesi seperti ceramah, studi kasus, diskusi kelompok, serta presentasi makalah bertemakan pendampingan dan konseling pastoral yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan gereja masa kini. Selain itu, peserta juga berpartisipasi dalam Malam Budaya KNMTI, yang menampilkan keragaman tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Utusan dari STGH HKBP Sipoholon berkesempatan untuk berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai sekolah teologi di Indonesia serta turut menyumbangkan gagasan melalui penulisan artikel bertema “Pastoral Care and Counseling in the Disruptive Era”, sebagaimana menjadi salah satu syarat partisipasi dalam kegiatan ini.
Kehadiran utusan STGH HKBP Sipoholon dalam forum nasional ini menunjukkan komitmen lembaga untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembinaan teologi kontekstual dan pengembangan kemampuan mahasiswa dalam merespons tantangan pelayanan di era digital.
Semoga pengalaman berharga ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika STGH HKBP Sipoholon untuk terus mengembangkan pelayanan pastoral yang relevan, empatik, dan transformatif bagi gereja dan masyarakat.